Cerita sex affair

Rated 3.98/5 based on 594 customer reviews

Bila di tengah karyawan lain, kami nampak seperti boss dan anak buah layaknya. Mengimbangi permainannya, tanganku mulai ikut-ikutan beraksi. Dimulai dengan mempreteli seluruh kancing BLousenya. Kulihat kulit dadanya yang bersih dan putih nampak begitu merangsang. Ratna melenguh menikmati elusan lembut di seputar dadanya.

Hubungan kami hari demi hari semakin bertambah mesra. Pagutan bibirnya semakin kuat, dekapannya semakin erat. Permaiman tangan boss kesayangannya di daerah puting itu membuat darahnya berdesir kencang.

Aku kemudian menstarter mobilku dengan kondisi yang masih acak- acakan. Sejak saat itu, setiap pulang kami melampiaskan hasrat dengan melakukan seperti itu. Saat aku melihat ke ruang sebelah (meja stafku) Kulihat Bu Risma belum pulang. Aku panggil kedua office boy yang sedang mengepel lantai. Lumatanku belum berhenti, tapi ada dering telepon berbunyi. Tanganku langsung meraba raba ke gundukan payudaranya. Aku buka resluiting celanaku, dan kukeluarkan batang kemaluanku. Kadang kukeluarkan dan langsung aku tancapkan lagi. Bibirnya kulumat, lehernya kujilat demikian pula tengkuknya. Makin lama gerakannya makin dia percepat, pinggulnya maju mundur.

Tahu-tahu di belakangku sudah ada mobil yang mau parkir. Kalau berangkat kerja aku tidak pernah, karena rumahnya lebih jauh tempatnya dibandingkan jarak rumahku ke tempat kerja. Perusahaanku adalah salah satu penyewa ruangan di sebuah gedung pencakar langit di Jakarta ini. Aku tarik tangannya, dan langsung kulumat bibirnya. Aku gerakkan pantatku maju mundur, kuputar-putar, maju mundur.

Wajahnya menunduk malu sambil melirik mesra ke arahku. Roknya sudah kuangkat tinggi-tinggi agar tidak menghalangi gerayangan tanganku. Mana ada lelaki yang tahan melihat wanita secantik dirinya memohon seperti itu.“Kenapa?

Kalau saja saat itu ruangan kosong, mungkin aku sudah mengecup bibirnya. Namun kemesraan kami nampaknya akan menghadapi permasalahan besar dan tak mungkin meningkat lebih intim lagi, atau bahkan tidak dapat berlanjut sama sekali. Celaka, jangan-jangan aku sudah jatuh cinta padanya. Sementara tanganku yang satunya lagi mengeluarkan buah dada Ratna dari balik kutangnya. ” ucapnya penuh keheranan dengan sikapku yang memang, menurut para lelaki, tidak tahu diuntung.“Aku, oh, eh, kita nggak boleh begini” ucapku dengan berat hati.“Nggak apa-apa kok sayang.

Dari kursi tempat dudukku, aku menengadah menatap wajahnya. Kurasakan pahanya bergeseran dengan pangkal lenganku. Meski masih terhalang kain roknya, aku dapat merasakan kehangatan dan kelembutan kulit pahanya. ugh” aku melenguh tanpa sadar begitu tangan Ratna merogoh ke dalam balik celana dan menggenggam batangku. Tahu-tahu kulihat batang kontolku sudah mengacung dari balik celanaku yang terbuka, sementara wajah Ratna sudah sangat dekat sekali berada di sana.“Akh gila”, Pekikku dalam hati manakala kulihat mulut Ratna terbuka dan lidahnya menjulur menyapu permukaan moncong kontolku. Sambil meremas, aku tarik ke dalam agar batangku bisa mencapai bagian yang terdalam di dirinya.“Mass Ooouugghh.. Pinggulku sampai terangkat tinggi-tinggi ketika menyemprotkan air mani.

Kami sering bercanda penuh kemesraan, tentunya pada saat tidak ada karyawan lain di antara kami. Gerakan tubuhnya membuat pantatnya yang berada dipangkuanku dengan sendirinya menggesek-gesek batang kontol yang berada di balik celanaku. Kelembutan dan kehangatan buah pantatnya membuatku terangsang hebat. Pantatnya terus-terusan digesek-gesek ke batang kontolku yang sudah semakin mengeras saja rasanya.

Aku tidak mengetahui bahwa setiap kupanggil, dia menampakkan wajah yang berbeda dibanding dengan teman temannya.

Senyumnya yang enawan seringkali dilemparkannya kepadaku. Akupun hanya membalas seadanya saja (maklum untuk menjaga wibawaku). Dia diam saja, malahan elusan ke penisku makin ditingkatkan frekuensinya. Tanganku kemudian aku masukkan kembali ke selangkangannya. Karena aku tidak kuat lagi, maka di pinggir jalanan yang agak sepi, maka kupinggirkan mobilku. Aku sendiri berkelonjotan tidak karuan karena nikmatnya.

Karena perusahaan ini adalah perusahaan yang sudah establish, maka bawahan-bawahanku banyak yang sudah berumur, dalam arti kata rata rata umur anak buahku diatas umurku. Beberapa saat kemudian, si No dan Ratmo baru kembali.

Aku mempunyai seorang anak buah yang sudah bersuami dengan 1 orang anak. Dilepaskannya kulumannya di penisku dan di pegangnya erat-erat kedua tanganku dengan tangannya. Aku kemudian makan, dan setelah selesai makan aku langsung pulang disertai dengan Bu Risma.

Leave a Reply